Kakak KKM berfoto bareng ketua kelompok 1-7 setelah penerimaan hadiah.
Setelah semua kelompok mengikuti kegiatan outbound, maka diakhir acara dipilihlah kelompok terbaik menurut yel-yel, kekompakan, maupun keberhasilan menyelesaikan semua tantangan permainan.
Untuk mengisi hari libur sekolah, kami mengajak anak-anak outbond dilapangan kajar-kajar. Ada enam pos permainan yang harus mereka kunjungi. Permainan yang kami berikan tentunya permainan yang mengandung edukatif yang bisa melatih mental mereka.
Seorang guru yang terlalu seurius saat mengajar tentu akan sangat membosankan bagi siswanya. Anak-anak malah akan ngantuk dan materi pelajaran pun tidak tersampaikan dengan baik dan mungkin malah sulit dipahami. Saya pun sering merasakan bosan dan malah tidur kalau ada dosen yang mengajarnya terlalu seurius, apalagi ini mengajar anak-anak SD kelas 3, dimana anak-anak itu sangat mudah merasa bosan.
Sesampainya dilapangan kajar-kajar, kami dan anak-anak dari tiga lembaga pengajian yaitu Aulaadul Ummi, An-Nur dan Nurul Huda langsung membuat barisan untuk senam pagi dulu sebelum Outbond.
Kondisi lapangan saat itu tanahnya basah dan berlumpur karena semalam hujan deras mengguyur desa Kertasari ini. Meski begitu, kami tidak
Hari minggu kedua kami berada di desa Kertasari, kami mengajak anak-anak untuk Outbound di lapangan kajar-kajar. Betapa senangnya kami ternyata anak-anak sangat antusias,. Pagi-pagi sekali saat kami masih mengantri dikamar mandi, mereka sudah pada kumpul didepan posko. Kami pun langsung
Pada jam istirahat, biasanya anak-anak terutama anak laki-laki suka bermain ke posko kami yang tempatnya tidak jauh dari kantor desa. Mereka suka minta kami untuk bercerita, game, ngajak main bola dan lainnya.
Tanggal 20 Februari ternyata adalah hari ulang tahun teh Aida, pemilik rumah yang dipakai sebagai posko perempuan. Demi untuk lebih mengakrabkan diri, kami kelompok 98 berencana ingin membuat sedikit kejutan. Kami pun patungan membeli kue ulang tahun dan kami meminta kerjasama suaminya untuk membukakan pintu saat kami mengetuk pintu tepat pas jam 12 malam, dan suaminya menyetujui bahkan dengan semangat bilang "OKE".
Setelah kami menjalankan program Gerakan Bersih-Bersih Mesjid atau GBM di mesjid At-Taqwa, kami langsung diajak pak DKM kerumahnya, ternyata istrinya pak DKM sudah menyediakan nasi liwet untuk kami.